Jumat, 25 November 2011

MARKETING MIX 4P

Ada empat hal yang dikenal dalam Marketing mix, yakni : produk,price, place dan promotion.

Elemen-elemen dari bauran pemasaran sering disebut sebagai "Empat 'P", suatu istilah yang digunakan sejak tahun 1960-an

§ Produk Ini adalah baik nyata atau layanan tidak berwujud yang diproduksi dalam skala besar dengan volume spesifik unit.

§ Harga adalah jumlah pelanggan membayar untuk produk. Bisnis dapat meningkatkan atau menurunkan harga produk jika toko lain memiliki produk yang sama.

§ Promosi mewakili semua komunikasi yang dapat digunakan pedagang di pasar. Promosi memiliki empat elemen yang berbeda: iklan, public relation, personal selling dan promosi penjualan . Sebuah jumlah tertentu crossover terjadi ketika promosi menggunakan empat elemen utama bersama-sama, yang umum dalam promosi film. Iklan mencakup komunikasi yang dibayar, dari iklan bioskop, radio dan iklan internet melalui media cetak dan billboard. Public relations adalah di mana komunikasi tidak langsung dibayar dan termasuk siaran pers, kesepakatan sponsor, pameran, konferensi, seminar atau pameran perdagangan dan peristiwa. Dari mulut ke mulut adalah setiap komunikasi yang tampaknya informal tentang produk oleh individu biasa, pelanggan yang puas atau orang khusus yang terlibat untuk menciptakan momentum firman mulut. Penjualan staf sering memainkan peran penting dalam mulut ke mulut dan Hubungan Masyarakat (lihat Produk di atas).

§ Tempat – Lokasi penjualan yang strategis.



Kita bisa melihatnya pada website www.vans.com berikut.
Dan pada halaman awal web tersebut sudah terdapat bagian promotion.



Ini adalag halaman dari produknya yang terdiri dari kategori. Condohnya kategori anak-anak,laki-laki dan perempuan.



Lalu berikut ini adalah tampila dari halaan daftar harga / price. Yang jika kita meng klik salah sau produknya nanti akan muncul daftar harga dan model-model yang berbeda tapi tetap type yang sama.



Dan yang verikut ini merupakan halaman web bagian tempat (place).

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

TANGGUNG jawab sosial perusahaan atau CSR (corporate social responsibility) kini jadi frasa yang semakin populer dan marak diterapkan perusahaan di berbagai belahan dunia. Menguatnya terpaan prinsip good corporate governance seperti fairness, transparency, accountability, dan responsibility telah mendorong CSR semakin menyentuh “jantung hati” dunia bisnis.

Di tanah air, debut CSR semakin menguat terutama setelah dinyatakan dengan tegas dalam UU PT No. 40 Tahun 2007 yang belum lama ini disahkan DPR. Disebutkan bahwa PT yang menjalankan usaha di bidang dan/atau bersangkutan dengan sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Pasal 74 ayat 1).

Namun, UU PT tidak menyebutkan secara terperinci berapa besaran biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk CSR serta sanksi bagi yang melanggar. Pada ayat 2, 3, dan 4 hanya disebutkan bahwa CSR “dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memerhatikan kepatutan dan kewajaran.” PT yang tidak melakukan CSR dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan. Ketentuan lebih lanjut mengenai CSR ini baru akan diatur oleh peraturan pemerintah yang hingga kini belum dikeluarkan.

Akibatnya, standar operasional mengenai bagaimana menjalankan dan mengevaluasi kegiatan CSR masih diselimuti kabut misteri. Selain sulit diaudit, CSR juga menjadi program sosial yang “berwayuh” wajah dan mengandung banyak bias.

Banyak perusahaan yang hanya membagikan sembako atau melakukan sunatan massal setahun sekali telah merasa melakukan CSR. Tidak sedikit perusahaan yang menjalankan CSR berdasarkan copy-paste design atau sekadar “menghabiskan” anggaran. Karena aspirasi dan kebutuhan masyarakat kurang diperhatikan, beberapa program CSR di satu wilayah menjadi seragam dan seringkali tumpang tindih.

Walhasil, alih-alih memberdayakan masyarakat, CSR malah berubah menjadi Candu (menimbulkan kebergantungan pada masyarakat), Sandera (menjadi alat masyarakat memeras perusahaan), dan Racun (merusak perusahaan dan masyarakat).

Sejarah singkat

Pengertian CSR sangat beragam. Intinya, CSR adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial, tetapi untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan secara holistik, melembaga, dan berkelanjutan. Beberapa nama lain yang memiliki kemiripan dan bahkan sering diidentikkan dengan CSR adalah corporate giving, corporate philanthropy, corporate community relations, dan community development.

Ditinjau dari motivasinya, keempat nama itu bisa dimaknai sebagai dimensi atau pendekatan CSR. Jika corporate giving bermotif amal atau charity, corporate philanthropy bermotif kemanusiaan dan corporate community relations bernapaskan tebar pesona, community development lebih bernuansa pemberdayaan.

Referensi :

1. http://www.tekmira.esdm.go.id/currentissues/?p=303

PERENCANAAN WIRAUSAHA DAN PEREKRUTAN TENAGA KERJA

Rencana operasional kegiatan yang ditetapkan untuk waktu jangka pendek : operasional harian* Rencana strategi yang ditetapkan untuk waktu jangka panjang : strategi pengembangan usaha.
Perencanaan bisnis adalah dokumen tertulis yang menerangkan tentang bisnis yang akan dijalankan, dan bagaimana rencana pemasaran, produksi, SDM, keuangan serta analisis resiko dan hasil.
Faktor – faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat perencanaan bisnis :1. Tujuan usaha.2. Komitmen dalam menjalankan usaha.3. Batasan waktu.
Manfaat dari perencanaan bisnis :1. Dapat mendekati asumsi kebenaran.2. Membandingkan hasil dengan rencana.3. Alat komunikasi untuk meyakinkan pihak lain.4. Wirausaha dapat berfikir kritis dan objektif.
Informasi yang dibutuhkan dalam membuat perencanaan bisnis :
1. Informasi keuangan. Modal usaha.
2. Informasi pasar. Melihat besarnya permintaan, bagaimana saluran distribusi, konsumen potensial.
3. Informasi produksi. Bahan baku, teknologi dan SDM.
Tahapan perencanaan usaha :1. Ide atau gagasan2. Konsep (perencanaan bisnis)3. Pengembangan produk4. Uji pemasaran5. Komersialisasi (penjualan).Sumber-sumber dari SDM :
1. Sumber yang berada di dalam organisasi.2. Sumber yang berada di luar organisasi. a. Lembaga pendidikan. b. Iklan. c. Badan penyedia tenaga kerja. d. Pesaing.
Langkah-langkah penyediaan SDM :
Perekrutan.
Proses penarikan pelamar pekerjaan yang memenuhi kualifikasi. Tujuan penyelenggaraan perekrutan adalah untuk mendapatkan sejumlah pelamar yang sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Jumlah pelamar yang tepat harus sesuai dengan lowongan pekerjaan atau jabatan yang belum terisi.Seleksi KaryawanProses seleksi dilakukan untuk memilih pelamar yang memiliki kualifikasi sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan.Orientasi KaryawanOrientasi karyawan adalah proses pengenalan karyawan baru dengan perusahaan.
1. Penempatan.
2. Pelatihan dan pengembangan.
3. Penilaian prestasi kerja.
4. Kompensasi.Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.
Perencanaan SDM merupakan proses analisis dan identifikasi tersedianya kebutuhan akan sumber daya manusia sehingga organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya.

1. Kepentingan Perencanaan SDM
Ada tiga kepentingan dalam perencanaan sumber daya manusia (SDM), yaitu:
Kepentingan Individu.
Kepentingan Organisasi.
Kepentingan Nasional.

2. Komponen-komponen Perencanaan SDM
Terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam perencanaan SDM, yaitu:
Tujuan
Perencanaan SDM harus mempunyai tujuan yang berdasarkan kepentingan individu, organisasi dan kepentingan nasional. Tujuan perencanaan SDM adalah menghubungkan SDM yang ada untuk kebutuhan perusahaan pada masa yang akan datang untuk menghindari mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
Perencanaan Organisasi
Perencanaan Organisasi merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mengadakan perubahan yang positif bagi perkembangan organisasi. Peramalan SDM dipengaruhi secara drastis oleh tingkat produksi. Tingkat produksi dari perusahaan penyedia (suplier) maupun pesaing dapat juga berpengaruh. Meramalkan SDM, perlu memperhitungkan perubahan teknologi, kondisi permintaan dan penawaran, dan perencanaan karir.
Kesimpulannya, PSDM memberikan petunjuk masa depan, menentukan dimana tenaga kerja diperoleh, kapan tenaga kerja dibutuhkan, dan pelatihan dan pengembangan jenis apa yang harus dimiliki tenaga kerja. Melalui rencana suksesi, jenjang karier tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan perorangan yang konsisten dengan kebutuhan suatu organisasi.

Syarat – syarat perencanaan SDM
a. Harus mengetahui secara jelas masalah yang akan direncanakannya.
b. Harus mampu mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM.
c. Harus mempunyai pengalaman luas tentang job analysis, organisasi dan situasi

persediaan SDM.
d. Harus mampu membaca situasi SDM masa kini dan masa mendatang.
e. Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa depan.
f. Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan perburuhan pemerintah.

Rekrutmen
Rekruitmen (penarikan) adalah proses mendapatkan sejumlah calon tenaga kerja yang kualifaid untuk jabatan/pekerjaan utama di lingkungan suatu organisasi atau perusahaan (Nawawi,2000:167). Berdasarkan pengertian tersebut bearti rukrutmen merupakan langkah pertama dalam rangka menerima seseorang dalam proses pengupahan.

Melalui rekrutmen inilah kontak pertama kali diusahakan organisasi atau perusahan untuk pegawai potensial, melalui rekrutmen inilah banyak individu datang untuk mengenal organisasi dan yang ada pada akhirnya nanti memutuskan ingin bekerja denganya atau tidak. suatu usaha rekrutmen yang dirancang dan dimanage dengan baik akan menghasilkan pelamar yang berkualitas baik dan sebaiknya yang terjadi apabila usaha ini dijalankan setengah-setengah. Pegawai yang berkualitas tidak dapat dipilih apabila mereka tidak mengetahui adanya lowongan pekerjaan sehingga tidak melamar. Dengan rekrut harus diushakan bahwa orang-orang dengan kualitas tinggi mengetahui kesempatan kerja ini, perusahaan atau organisasi perlu menyediakan informasi yang cukup mengenai pekerjaan sehingga pelamar dapat memprertimbangkan kesesuaiannya dengan minat dan kualifikasi mereka.

Rabu, 02 Maret 2011

Bad design interior mobil


Dari yang kita lihat pada gambar design interior mobil di atas, kita dapat mengetahui betapa kurang baik dan dapat membahayakan pengemudi. Design bagian spidometer yang sangat kurang baik, karena pengemudi ketika ingin melihat bagian spidometer saat sambil mengemudi harus melihat ke bagian tengah sangat membahayakan dan bisa menyebabkan kecelakaan.
Seharusnya design yang baik bagian spidometer kendaraan mobil berada di depan kemudi seperti contoh gambar di bawah ini.


Dengan kondisi spidometer seperti ini akan mempermudah pengemudi melihat bagian spidometer dan tidak membahayakan keselamatan pengemudi. Karena keselamatan yang utama.

Mengenai Saya

Foto saya
Cibinong, jawa barat, Indonesia
Saya mahasiswa universitas gunadarma,jurusan Teknik Informatika jenjang S1.